Pariwara

SAMO News. Diberdayakan oleh Blogger.

TEKNOLOGI MILITER

Airbus Helicopters telah menyerahkan helikopter dukungan kepada Resimen tempur 36 militer Jerman yang bertugas di Afghanistan .Pengiriman melengkapi tiga batch empat helikopter Tiger UHT yang telah dimodifikasi ke Afghanistan Stabilisasi Tentara Jerman Rapid Deployment ( ASGARD ) konfigurasi melalui program yang diluncurkan oleh perusahaan dan Kementerian Federal Jerman Pertahanan pada akhir 2011

KRISIS UKRAINA

Sebuah konvoi yang tampak seperti kendaraan-kendaraan militer Rusia masuk ke sebuah pangkalan militer dekat ibukota Krimea, Simferopol.

MILITER INDONESIA

Informasi dari satuan atas bahwa Puncak Gunung Penanggungan sudah dikuasi oleh sejumlah Gerakan Pengacau Keamanan (GPK), kemudian satuan atas menunjuk Brigif-1 Marinir mengirimkan prajuritnya untuk menumpas GPK yang menguasai puncak gunung Penanggungan.

TEKNOLOGI MILITER

Untuk membantu mengatasi tantangan ini , Adaptive Kendaraan Membuat ( AVM ) portofolio DARPA program bekerja untuk mengembangkan pendekatan revolusioner untuk desain , pengujian dan pembuatan sistem pertahanan kompleks , dengan tujuan memperpendek jadwal pembangunan dengan lima kali atau lebih . Berkat hasil tes awal yang kuat dan kesempatan baru untuk transisi teknologi , DARPA telah memutuskan untuk mempercepat keberhasilan AVM saat ini untuk pertahanan basis industri pada tahun 2014 - tahun lebih awal dari yang direncanakan

Google+ Followers

Berita Ekonomi

More on this category »
Tampilkan posting dengan label TNI AD. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label TNI AD. Tampilkan semua posting

13 Kendaraan Taktis Denkav 5-BLC Dilibatkan Dalam UST Kompi Kavaleri



Aspers Kasdam XVI/Pattimura Kolonel Kav Kukuh Surya Sigit Santoso bertindak selaku Irup (Inspektur Upacara) mewakili Pangdam XVI/Pattimura membuka Upacara UST Tingkat Kompi Panser Detasemen Kavaleri 5-BLC, bertempat di Mako Denkav, Ambon, Selasa (19/11).

Detasemen Kavaleri 5-Birgus Latro Cakti (BLC) secara Khusus telah menggelar kegiatan Uji Satuan Tingkat (UST) Kompi selama tiga hari dipimpin Plh. Komandan Detasemen Kavaleri Mayor Kav Jefry Marsono, pelaksanaan UST tersebut diikuti seluruh personil Denkav 5 dangan melibatkan total 13 kendaraan tempur yaitu 4 Anoa, 6 Feret, dan 3 Saracen.

Pangdam XVI/Pattimura dalam amanatnya yang dibacakan oleh Aspers menyampaikan bahwa UST kali ini digelar bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bertempur satuan serta menguji kemampuan perorangan dalam jabatannya, hal tersebut ditinjau dari aspek taktik dan teknik tempur dalam rangka melatih kerjasama kelompok untuk melaksanakan tugas tempur di medan operasi selain itu UST ini merupakan wahana untuk mengevaluasi materi dan metode latihan yang telah dilaksanakan sebelumnya dan merupakan bahan penyempurnaan dalam perencanaan latihan di tahun-tahun yang akan datang.

Bertindak sebagai Komandan UST Tingkat Kompi Panser Detasemen Kavaleri 5-BLC tersebut yaitu Danrindam XVI/Pattimura Kolonel Inf Nur Rahmad dan Upacara itu sendiri dihadiri oleh Pa Ahli, para Asisten, Komandan, dan Kabalak jajaran Kodam XVI/Pattimura.

Pangdam XVII/Cendrawasih Terima Penyerahan Senjata Api dan Muhandak Dari Hasil Opersi Kolakopsrem 172/Praja Wirayakti



Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Drs. Christian Zebua M.M selaku Pangkoops menerima penyerahan perolehan senjata api dan muhandak wilayah kolakops Korem 172/Praja Wirayakti pada hari Rabu (07/8) pukul 11.00 WIT di koridor Makodam XVII/Cenderawasih.

Senjata api dan muhandak yang diserahkan merupakan hasil operasi kolakops Korem 172/Praja Wirayakti selama 6 (enam) bulan sepekan. Senjata api dan muhandak yang diperoleh antara lain : 10 (sepuluh) pucuk senpi Pistol, 8 (delapan) pucuk senpi Laras Panjang, 2 (dua) Granat Mortir, 2 (dua) Granat Nanas serta munisi baik caliber 9 mm, 7,62 mm dan 11 mm.

Pada kesempatan itu Pangdam XVII/Cendrawasih menyampaikan keberhasilan dalam pelaksanaan tugas operasi tidak harus ditempuh dengan cara pertumpahan darah tetapi dengan menjalin kekompakan dan koordinasi yang baik antara sesama aparat seperti Koramil dan pihak kepolisian setempat keberhasilan tugas dapat dicapai secara maksimal.

Usaha-usaha dalam rangka menyadarkan masyarakat yang terlibat Gerakan Sipil Bersenjata dapat dilakukan dengan cara mendekati dan membujuk secara persuasif para tokoh-tokoh yang ada di suatu wilayah supaya orang ataupun kelompok yang terlibat Gerakan Separatis Bersenjata mau menyerahkan diri kembali ke NKRI.

Hadir pada acara tersebut Kasdam XVII/Cenderawasih, Danrem 172/Praja Wirayakti, para Dandim, dan Kabalak Kodam XVII/Cenderawasih.(PUSPEN TNI)

Kesiagaan TNI dalam menghadapi ancaman

Polisi dan TNI Solo menggiatkan patroli kota dan memperketat pengamanan wilayah untuk mengantisipasi aksi terorisme.
Kesiagaan TNI dalam menghadapi ancaman baik yang datang dari luar maupun dalam, termasuk ancaman terorisme, terus di tingkatkan. Kehadiran dua kendaraan tempur dari kesatuan kompi panser dan kendaraan rantis dari kesatuan Brimob terparkir disudut markas kepolisian resort Solo Jawa tengah senen siang (5/8) dan melakukan patroli gabungan.

Juru bicara Kepolisian Solo AKP Sis Raniwati mengatakan pihak keamanan di kota itu siaga dan waspada mengantisipasi aksi terorisme.

“Ya penting untuk wilayah Solo tetap meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk terorisme. Ini ada empat panser, kendaraan tempur TNI, yang melakukan patroli kota di Solo, kita intensifkan patroli wilayah,” ujarnya.

Aksi teror penyerangan pos polisi pengamanan Lebaran terjadi tahun lalu. Pos Polisi di Gladak dilempari granat, pos polisi di pusat perbelanjaan diserang orang tak dikenal dan menewaskan seorang polisi. Pos polisi di Gemblegan ditembaki dan melukai dua polisi. Pasukan anti-teror Kepolisian, Detasemen Khusus (Densus) 88, kemudian mengungkap, menangkap dan menembak mati pelaku penyerangan pos polisi tersebut yang ternyata kelompok teroris.

Kepala Kepolisian di Solo, Kombes Pol. Asjimain mengatakan aksi terorisme, termasuk penyerangan pos polisi yang terjadi saat Lebaran di Solo tahun lalu, dan teror bom di Jakarta Minggu malam (4/8) menjadi dorongan utama antisipasi aparat keamanan di Solo.

Vihara Ekayana di Jakarta dibom orang tak dikenal, tiga orang mengalami korban luka. Polisi masih menyelidiki peristiwa tersebut.

“Tahun kemarin kita gelar 10 pos pengamanan Lebaran, kita tidak kira akan ada aksi terorisme pada pos polisi maupun personel polisi. Dulu kita berpikiran pos pam Lebaran bersifat kemanusiaan membantu pemudik bisa selamat di daerah asal, pelayanan masyarakat. Ternyata ada kasus terorisme itu,” ujar Asjimain.


Menurutnya, Lebaran tahun ini pos pengamanan dikurangi menjadi empat pos namun ada delapan truk dan satu bus polisi yang siap bergerak kapan pun.

“Sikap kita sekarang apabila pelaku kejahatan melakukan tindakan membahayakan nyawa anggota polisi maupun masyarakat umum, saya instruksikan tembak ditempat. Semua personel di pos pengamanan Lebaran kita persenjatai semua. Terorisme saat ini terus terjadi, kemarin di Tulungagung, Jawa Timur, terus di daerah lain lagi. Ini bukti teror akan terus mengancam. Kita antisipasi terlebih dahulu,” ujarnya.

Danyonif 134/Tuah Sakti Mayor Inf Persada Alam Meninjau Kegiatan UST Kompi-Kompi



Komandan Latihan Uji Siap Tempur (UST) Tingkat Peleton Yonif 134/Tuah Sakti, Mayor Inf Persada Alam melaksanakan peninjauan dan pengecekan personil Kipan-E pada saat kegiatan UST setingkat pleton di daerah latihan Kipan-E, sungai Nyiri Kecamatan Teluk Bintan Tanjung Pinang, Jumat (26/7).

Pada pelaksanaan Uji Siap Tempur (UST) Tingkat Peleton Kipan -E Yonif 134/Tuah Sakti yang dilaksanakan di Tanjung Pinang, Danyonif 134/Tuah Sakti Mayor Inf Persada Alam melaksanakan tugas dan fungsi pengawasan selaku Komandan Latihan dalam mengecek kesiapan materil, moril serta alkapsat personil dalam pelaksanaan UST tingkat Pleton Kipan-E Yonif 134/Tuah Sakti pada kegiatan hari ke-II dengan materi Patroli Keamanan/penghadangan Gopoh/Menembak Taktis.

Secara kuantitatif tujuan dilaksanakannya Uji Siap Tempur (UST) Tingkat Peleton ini adalah selain dalam rangka menjalankan Program Komando Atas yang mengacu pada kalender latihan Yonif 134/Tuah Sakti, dimana melaksanakan latihan Tingkat Peleton di antaranya adalah Uji Siap Tempur (UST) Tingkat Peleton, juga melatih Prajurit Yonif 134/Tuah Sakti agar mampu dan memahami dalam melaksanakan aplikasi di medan sebenarnya.(PUSPEN TNI)



Danrem 121/Alambhana Wanawai Kunjungi Pos Satgas Pamtas Yonif 403/Wirasada Pratista di Entikong



Didampingi Ketua persit KCK Koorcab Rem 121 PD XII/Tanjungpura, Senin (22/7), Danrem 121/Alambhana Wanawai Kolonel Inf Tiopan Aritonang yang juga sebagai Dankolakops Satgas Pamtas RI-Malaysia melaksanakan kunjungan kerja ke Pos Kotis Entikong. Turut mendampingi Danrem, Pasiintel Rem 121/Alambhana Wanawai serta Kasdim 1204/Sanggau. Dansatgas yang juga Danyonif 403/Wirasada Pratista, Letkol Inf Renal Aprindo Sinaga bersama seluruh staf, menyambut kedatangan Danrem 121/Alambhana Wanawai beserta rombongan yang tiba sekitar pukul 16.00 WIB. Setelah menerima laporan dari Dansatgas, Danrem menyalami satu persatu personil yang menyambut termasuk perwakilan dari personil Tentera Darat Malaysia (TDM).

Danrem berkenan menerima paparan dari Dansatgas tentang tugas dan kegiatan yang sudah dilaksanakan. Dansatgas menjelaskan tentang situasi dan kondisi Yonif 403/Wirasada Pratista dalam pelaksanaan kegiatan mengamankan Perbatasan RI-malaysia di Wilayah Kalimantan Barat. Selesai menerima paparan, Danrem berpesan kepada para staf dan serta Perwira yang ada di kotis agar sepenuhnya mendukung pelaksanaan tugas pengamanan perbatasan.

Danrem melanjutkan kegiatan dengan pelaksanaan jam komandan kepada seluruh anggota pos Kotis Gabma Entikong. Danrem memerintahkan kepada anggota untuk melaksanakan Tugas Pokok dengan baik dan disampaikan Danrem, kunci mencapai kesuksesan yaitu: Kepercayaan kepada Tuhan, Kesempatan, Kemauan dan Kemampuan. Selesai Jam Komandan dilanjutkan dengan melakukan peninjauan ke beberapa fasilitas barak di Pos Kotis Entikong, dan danrem menyempatkan untuk melihat Border batas RI-Malaysia di Entikong serta ke kantor Bea Cukai.(PUSPEN TNI)

Danjen Kopassus Membuka Latihan Tribuana Cakti-XIX TA.2013




Danjen Kopassus Mayjen TNI Agus Sutomo membuka secara resmi latihan Tribuana Cakti-XIX TA.2013 di Lapangan Parkir Makopassus Cijantung-JakartaTimur, Senin (1/7).

Latihan Tribuana Cakti-XIX akan berlangsung hingga Oktober ini, dengan melibatkan sekitar 600 prajurit pelaku dan pendukung, yang mengambil lokasi latihan puncaknya di Bali. Kegiatan latihan ini diawali dengan latihan Gladi Posko yang berlansung hingga 4 Juli di Grup-3 Kopassus dan dilanjutkan Latihan Lapangan

Dalam amanatnya Danjen Kopassus mengatakan bahwa dalam dinamika perubahan lingkungan strategis pada lingkup global, regional dan nasional, senantiasa bergerak cepat, dengan diikuti rencana dilaksanakan APEC ke 25 tahun 2013 di Bali sehingga salah satu event penting dunia yang melibatkan 21 negara dapat mempengaruhi seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Kondisi tersebut, bila tidak diantisipasi secara dini, dapat menjadi suatu ancaman serius terhadap kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan keselamatan segenap bangsa.

Mencermati hal tersebut, perlu disiapkan langkah antisipatif dan responsif dalam menghadapi segala kemungkinan yang akan menjadi ancaman potensial dan faktual ke depan. Oleh karena itu, Kopassus sebagai Kotama Operasi Mabes TNI, senantiasa siap mengantisipasi segala bentuk ancaman yang dapat mempengaruhi kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan keselamatan segenap bangsa. Disisi lain, Kopassus sebagai Kotama Pembinaan TNI Angkatan Darat, terus memelihara dan meningkatkan kesiapsiagaan operasional satuan jajarannya, melalui pembinaan latihan secara bertahap, bertingkat dan berlanjut. Oleh karena itu, Kopassus menyelenggarakan latihan dengan metode Latihan Posko-1 dan Latihan Lapangan dengan sandi “Latihan Tribuana Cakti-XIX”.

Pada akhir amanat Danjen memberikan beberapa penekanan sebagai berikut Pertama : Laksanakan latihan ini dengan semangat, kesungguhan, disiplin serta rasa tanggung jawab yang tinggi, guna mencapai tujuan dan sasaran latihan secara efektif dan efisien. Perhatikan faktor keamanan, baik personel, materiil, dokumen maupun kegiatan latihan. Kedua : Jadikan latihan ini sebagai momentum untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan pengalaman bagi para peserta latihan, dalam menghadapi tantangan tugas di masa depan. Ketiga : Jadikan latihan ini sebagai peluang untuk merevisi dan menyempurnakan kembali Doktrin Operasi Khusus yang disesuaikan dengan perkembangan lingkungan strategis, ilmu pengetahuan dan teknologi. Keempat : Tetap jaga dan pelihara realisme latihan sesuai dengan dinamika aktual lingkungan strategis, sehingga diperoleh suatu konsep strategi penangkalan dan penindakan yang dapat dioperasionalkan dalam menghadapi setiap kemungkinan kontinjensi.

PANGKOSTRAD CEK KESIAPAN YONIF- LINUD 432 KOSTRAD



Pangkostrad Letjen TNI Gatot Nurmantyo mengunjungi Yonif Linud 432 Kostrad di Kariango, Kabupaten maros. Sulawesi selatan, Senin (01/07/2013). Kunjungan ini dalam rangka pengecekan kesiapan Yonif Linud 432 Kostrad yang akan melaksanakan penugasan Pengamanan perbatasan RI-PNG pada Agustus 2013. Pangkostrad mengecek kesiapan prajurit serta peralatan tempur dan perbekalan lainnya. Gelar pasukan yang dilaksanakan itu berkenaan dengan kesiapan Satgas Yonif Linud 432 Kostrad dengan tujuan mengecek sejauh mana kesiapan satgas. Baik kesiapan personel maupun kelengkapan peralatan yang akan digunakan.

Dalam pengarahannya, Pangkostrad mengimbau anggota agar selalu menumbuhkan kesadaran tugas, menjaga kehormatan, harga diri dan kebanggaan sebagai prajurit Kostrad karena penugasan merupakan kehormatan dalam mengabdikan diri kepada bangsa dan negara. Lebih lanjut Pangkostrad mengingatkan kepada seluruh prajurit, bahwa keberhasilan satuan dapat dilihat dari pelaksanaan tugas. sehingga kesiapan satuan dan prajuritnya, baik fisik maupun mental serta perlengkapan harus dipersiapkan yang maksimal.

Turut mendampingi Pangkostrad dalam kunjugan tersebut Asops Kaskostrad, Aslog Kaskostrad, Danbrigif Linud 3 kostrad serta Kabalak Kodam VII/ wirabuana dan pejabat lainnya.


Sumber berita : http://www.kostrad.mil.id/index

Yonif 123/Rajawali Purna Tugas Operasi Pamtas RI-Malaysia





KODAM I/BUKIT BARISAN (14/6),- Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Burhanuddin Siagian, Irup (inspektur upacara) Upacara Penyambutan Satgas Yonif 123/Rajawali Purna Tugas Operasi Pamtas RI-Malaysia di wilayah Kalimantan Barat TA. 2013, bertempat di dermaga Lantamal I/Belawan, Rabu (12/6).

Dalam amanat Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Burhanuddin Siagian menyampaikan, sebagai wujud rasa syukur dan bangga sekaligus penghargaan Komando terhadap Yonif 123/Rajawali, yang telah selesai melaksanakan tugas secara profesional dalam menjaga integritas NKRI dari ancaman dan berbagai aksi yang mengganggu keamanan di wilayah perbatasan Republik Indonesia-Malaysia, atas nama Komando dan pribadi Pangdam I/Bukit Barisan mengucapkan selamat datang Satgas Yonif 123/Rajawali yang telah melaksanakan tugas dengan baik.

Lebih lanjut Pangdam I/Bukit Barisan menyampaikan, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari pengabdian yang ikhlas dan kesadaran untuk berbuat yang terbaik serta dengan rasa tanggung jawab dalam melaksanakan tugas dan menjaga nama baik Yonif 123/Rajawali, khususnya citra Kodam I/Bukit Barisan.

Acara dilanjutkan Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Burhanuddin Siagian menerima penghargaan Rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) dalam hal pelayanan kesehatan gratis, penghargaan dari Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB), penghargaan dari Pangdam XII/Tanjungpura karena keberhasilan Yonif 123/Rajawali, dan pemberian Plakat dari Danyon 123/Rajawali yang diperoleh selama penugasan Yonif 123/Rajawali Operasi Pamtas RI-Malaysia di wilayah Kalimantan Barat.

Hadir pada Upacara tersebut Kasdam I/Bukit Barisan, Danrem 023/Ksatria Samudera, Asrendam I/Bukit Barisan, para Asisten Kasdam I/Bukit Barisan, para Kabalakdam I/Bukit Barisan, Wadan Lanal, Pejabat dari Pelindo, Ketua Persit KCK PD I/Bukit Barisan, Wakil Ketua Persit KCK PD I/Bukit Barisan serta Pengurus Persit KCK PD I/Bukit Barisan.

TNI Hujankan Ratusan Peluru Artileri Medan ke Benteng Pertahanan Musuh



Para prajurit Batalyon Armed 12/105 yang tergabung dalam Latihan Gabungan (Latgab) TNI 2013 menghujankan ratusan peluru Artileri Medan berkaliber 105 Mm, ke benteng pertahanan musuh yang telah mencengkeram wilayah Kaubun, Kabupaten Kutai Timur, Jumat (17/5).

Menurut Komandan Batalyon Artileri Medan 12/105 Letkol Arm Putranto Gatoto, S.H., pihaknya terpaksa membombardir wilayah Kaubun, karena di wilayah tersebut telah terdeteksi adanya Artileri Medan musuh yang telah berupaya untuk menggagalkan pasukan TNI lainnya yang tergabung dalam Komando Tugas Darat Gabungan (Kogasratgab) dalam melaksanakan siaga fajar.

Berikut ini percaturan Kogasratgab dalam melancarkan siaga fajar serta skenario penembakan dengan menggunakan 6 pucuk senjata berat berkaliber 105 Mm tersebut.

Batalyon Tim Pertempuran (BTP) 509 bergerak menuju Titik Berkumpul (TB) Serangan Permukiman (Sermukim) Garis Taraf (GT) 2 di Karvak 9313.

Kegiatan bekal ulang kepada satuan manuver dilakukan di GT 1 poros kanan yakni BTP 515 dan Kompi Mekanis di Karvak 9709. Sementara itu Yonif 1 Marinir bergerak ke Daerah Persiapan (DP) Aju.

Dari udara, Bantuan Tembakan Udara (BTU) 4 pesawat Hawk dengan 8 bom jenis MK-82 menembak sasaran Meriam 105 musuh selama 10 menit di kordinat 86778-15788 dan 87043-15153.

Untuk melindungi satuan manuver dalam melaksanakan konsolidasi, Batalyon Armed 12/105 pimpinan alumnus Akmil 1996 tersebut memberikan bantuan tembakan 90 butir peluru yang terdiri dari 12 butir White Phospor (WP) dan 27 butir High Exclusive (HE) ke arah sasaran di kordinat 87402-15370.

Setelah BTP 509 tiba di TB Sermukim dan Yonif 1 Marinir melaksanakan konsolidasi tindakan taktis administrasi di DP aju serta Kompi Mekanis bergerak menuju TB Sermukim BTP 509, selanjutnya BTP 509, Yonif 1 Marinir, dan Kompi Mekanis melaksanakan pengintaian di sasaran Sermukim.

Sementara itu, pada malam harinya, Kompi C Yonif 1 Marinir terus melaksanakan Pendaratan Kusus (Ratsus) untuk merebut sasaran di pulau Senupak.

Seluruh kejadian tersebut merupakan bagian dari drama perang-perangan TNI yang bertajuk Latgab TNI 2013, yang digelar di-4 tempat, yakni di Asembagus, Situbondo, Jatim, di Sangatta, Kutai Timur, Kaltim, di Tarakan, Kalimantan Utara, dan di Bima, NTB. Selain itu, untuk latihan perang laut juga telah dihelat di laut Jawa maupun di laut Sulawesi.(PUSPEN TNI)

YONIF 514/R KOSTRAD LATIHAN KESIAPSIAGAAN HADAPI ANCAMAN




Bondowoso SAMO News -- Personel Satuan Batalyon Infanteri 514 Raider Kostrad, melaksanakan latihan kesiapsiagaan menghadapi ekskalasi kondisi keamanan di wilayah Bondowoso, Perkembangan situasi yang menuju timbulnya koflik bersenjata antara pihak yang bertikai yang dinilai mengganggu keselamatan jiwa personel prajurit 514 Kostrad. Penilaian situasi tersebut dinyatakan dengan latihan Alarm Kesiapsiagaan, pelaksanaan latihan dilaksanakan secara serentak oleh seluruh Kompi, Selasa (7/5).

Latihan dilaksanakan selama 3 (Tiga) hari dimulai dengan latihan drill tehnis hingga drill taktis, drill teknis dilaksanakan untuk menentukan kedudukan pasukan pada saat stelling, menentukan kedudukan senjata bantuan, penempatan kendaraan tempur hingga tehnis memasuki ruang perlindungan atau Shelter, sehingga pada saat pelaksanaan drill taktis masing-masing personel tahu posisi dan tugasnya masing-masing.

Skenario latihan diperanggapkan timbulnya koflik bersenjata antara pihak yang bertikai yang dinilai mengganggu dan mengancam keselamatan jiwa personel prajurit 514 Kostrad.

Menurut Komandan Batalyon Infanteri 514 Raider Kostrad yang turut dalam latihan tersebut mengatakan, Latihan ini dilaksanakan dalam rangka melatih seluruh personel Yonif 514 Raider termasuk unsur pimpinan, mengerti apa yang harus mereka lakukan apabila terjadi eskalasi situasi keamanan yang mengancam keselamatan jiwa personel.

Latihan ini merupakan program Triwulan Yonif 514 Raider kostrad untuk melatih kesiapsiagaan personelnya dalam mengantisipasi perubahan situasi keamanan di Kabupaten Bondowoso.(PUSPEN KOSTRAD)

Balas Budi, Motif Lain Anggota Kopassus Tembak 4 Preman




Tim investigasi Markas Besar Angkatan Darat mengungkapkan, motif lain penyerangan di Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta oleh 11 personel Grup Dua Kopassus Kandang Menjangan, Kartosuro, Solo.

Menurut Ketua Tim Investigasi, Brigjen TNI Unggul K Yudhoyono, selain motif membela kehormatan kesatuan, pelaku penembakan juga mengaku memiliki utang budi kepada Serka Heru Santoso saat bertugas.

"Serka Heru merupakan atasan langsung pelaku yang juga pernah berjasa menyelamatkan jiwa pelaku saat melakukan operasi," kata Unggul di Kartika Media Centre, Jakarta, Kamis, 4 April 2013.

Serka Heru merupakan mantan Anggota Grup II Kopassus yang tewas dalam pengeroyokan di Hugo's Cafe pada 19 Maret 2013. Empat tahanan yang tewas diberondong senjata di Lapas Cebongan beberapa waktu lalu merupakan preman yang mengeroyok Serka Heru.

Dia menjelaskan, penyerangan itu dilakukan setelah mendengar salah satu anggotanya, Serka Heru, diserang oleh sekelompok preman di Hugo's Cafe hingga tewas.

"Mereka membela kesatuan setelah mendapat kabar tentang pengeroyokan dan pembunuhan secara sadis dan brutal terhadap anggota Kopassus atas nama Serka Heru Santoso," tuturnya.

Hari Pertama Penyelidikan, 11 Oknum Kopassus Sudah Mengaku
Siapa yang menyerang dan membunuh empat preman, tahanan di Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta, terjawab. Pelaku penyerangan adalah 11 oknum anggota Grup II Kopassus, Kandang Menjangan, Kartosuro, Solo.

Ketua Tim Investigasi TNI AD Brigjen TNI (CPM), Unggul K Yudhoyono, mengatakan, lancarnya proses investigasi yang dilakukan timnya karena dilandasi kejujuran dan keterbukaan para pelaku.

"Menjadi catatan khusus, bahwa para pelaku secara kesatria telah mengakui perbuatan sejak hari pertama penyelidikan, 29 Maret 2013," ujar Unggul dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis 4 April 2013.

Secara kesatria dan dilandasi kejujuran yang tinggi, serta bertanggung jawab, kata Unggul, mereka mengakui menyerang empat tahanan di Lapas Cebongan, pada Sabtu 23 Maret 2013.

Unggul menuturkan, dari pengakuan pelaku, perbuatan itu dilakukan untuk membela korps dan kesatuan. Dua rekannya yakni, Sertu Sriyono luka-luka karena dibacok dan Serka Heru Santoso tewas mengenaskan setelah dikeroyok oleh para korban, yang tak lain adalah preman di Yogyakarta.

"Penyerangan tersebut merupakan tindakan reaktif karena kuatnya jiwa korps dan membela kehormatan kesatuan," katanya.

Diantara 11 pelaku penyerangan itu, hanya satu eksekutor yakni berinisial 'U'. Unggul menyatakan, seluruh pelaku menyatakan secara sadar akan mempertanggungjawabkan perbuatannya.9VIVA)

TNI Akui Keterlibatan Oknum TNI AD dalam Penyerangan Lapas Sleman




JAKARTA SAMO News — Penyelidikan kasus penyerangan Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Cebongan Sleman Yogyakarta mulai menemui titik terang. Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Pramono Edhie Wibowo dalam keterangannya di Markas Besar TNI Angkatan Darat Jakarta Jumat (29/3) mengakui adanya keterlibatan oknum TNI AD dalam penyerangan itu.

"Pertanyaan mungkin muncul, mengapa? Karena dari hasil temuan sementara, terindikasi adanya keterlibatan atau peran oknum-oknum TNI angkatan darat yang bertugas di Jawa Tengah," ujar Pramono.

Meski demikian, KSAD Jenderal Pramono Edhie belum mau mengungkap dari kesatuan mana oknum TNI AD yang diduga terlibat itu. Kasad menambahkan, TNI AD telah membentuk tim investigasi penyelidikkan kasus penyerangan lapas Cebongan Sleman Yogyakarta. Tim investigasi terdiri sembilan orang dengan pimpinan Wakil Komandan Pusat Polisi Militer AD Brigjen Unggul K.

Pramono menambahkan, "Saya segera membentuk dan saya tandatangani tim investigasi terdiri dari 9 orang. Yaitu tim invesdtigasi angkatan darat, yang dipimpin oleh Wakil Komandan PUSPOM Brigadir Jendral TNI Unggul K. Sekarang sudah bekerja. Berangkat dari informasi awal tadi maka kita segera tindaklanjuti. Insya Allah andai semua bisa berjalan dengan lancar dan sempurna. Secepatnya pula saya akan segera menginformasikannya."

KSAD menjelaskan, tim investigasi terdiri berbagai unsur, terdiri polisi militer daerah, anggota Korem 072/Pamungkas, Kodam IV Diponegoro, Kopassus, dan Mabes AD. Tugas utama mereka menurut Kasad, adalah memperlancar kegiatan investigasi di lapangan dalam memeriksa keterlibatan dugaan prajurit TNI AD dalam kasus Lapas Cebongan. Kasad berjanji akan menindak tegas siapapun oknum TNI AD yang terlibat dala penyerangan itu.

KSAD Jenderal Pramono Edhie dalam keterangannya itu juga mengakui, TNI Angkatan Darat sampai saat ini masih menggunakan peluru dan senjata yang sama dengan peluru yang ditemukan Tim Forensik Polda DIY yang digunakan untuk menembak empat tahanan di Lapas Cebongan. Demikian pula dengan senjata yang digambarkan para saksi.

Peluru kaliber 7,62 mm menurut Kasad, memang biasa digunakan untuk hal-hal tertentu. Peluru kaliber dapat menjangkau target baik dari jarak jauh maupun dekat. Dalam satuan TNI AD, senjata yang menggunakan kaliber tersebut adalah senapan G3 buatan Heckler & Koch, senapan AK-47, dan senapan serbu SP.

Sebelumnya, dari hasil penyelidikan sementara, polisi menemukan sejumlah butir selongsong peluru kaliber 7,62 yang digunakan untuk menembak empat tahanan di Lapas Cebongan Sleman Yogyakarta. Pelaku penembakan diduga menggunakan senapan laras panjang AK-47 dan pistol jenis FN.

Menko Polhukam Djoko Suyanto (foto: dok).Menko Polhukam Djoko Suyanto (foto: dok).
​​Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan sebelumnya menginstruksikan kepada kepolisian dan TNI agar terus berkoordinasi dalam menuntaskan kasus ini. Siapapun yang terlibat menurut Menkopolhukam Djoko Suyanto, harus segera diproses hukum.

Djoko Suyanto mengatakan, "Jadi siapapun yang melakukan tindakan itu harus segera diusut, ditangkap dan diadili. Itu adalah perintah tegas dari Pak Presiden melalui saya."

Sekelompok orang bersenjata api datang menyerang Lembaga Pemasyarakatan Cebongan Sleman Yogyakarta, Sabtu (23/3) dini hari. Dalam peristiwa itu, empat tersangka kasus pembunuhan anggota Kopassus, Sersan Satu Santosa, ditembak mati oleh sekelompok orang itu.(VOA)

Asops Kasad Tinjau Satgas Pamtas Nunukan


Asops Kasad Mayjen TNI Dedy K. Thamim meninjau Satgas Pamtas yang berada di wilayah Kodim 0911/Nnk, Nunukan, Jum’at (15/3).



Sebelum tiba di Nunukan, Asops Kasad dan rombongan terlebih dahulu meninjau Pos Gabungan Indonesia-Malaysia yang berada di Simanggaris Gabungan.

Kunjungan dilanjutkan ke Nunukan untuk meninjau Kotis Satgas Pamtas Yonif 407/PK dan menerima paparan dari Dansatgas Pamtas dilanjutkan dengan penanaman pohon dan pengarahan singkat kepada anggota Satgas.

Usai meninjau Pos Pamtas di Nunukan, Asops Kasad beserta rombongan melanjutkan tinjauannya ke Pos Pamtas yang berada di Aji Kuning Kec. Sebatik Tengah, dan terakhir menuju Tarakan dengan menggunakan Helly Jenis MI 17.

Dalam kunjungan tersebut Asops Kasad didampingi oleh Danrem 091/Asn, Waaslog Kasad, Paban Siap Sat dan Asops Kasdam VI/Mlw. (Kodim 0911/NNK)

PANGDAM IX/UDAYANA TERIMA SATGAS YONIF LINUD 503 KOSTRAD JAGA PERBATASAN RIPUBLIK INDONESIA- REPUBLIK DEMOKRAT TIMOR LESTE



Wilayah perbatasan RI-RDTL menjadi tanggung jawab Satuan yang terlibat secara langsung sebagai Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan yang terletak di daerah perbatasan Kabupaten Kupang dan TTU dengan Distrik Oecussi (Timor Leste) sepanjang + 119.7 km serta Kabupaten Belu dengan Timor Leste sepanjang + 149,1 km.

Panglima Kodam IX/Udayana Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya pada Hari Senin tanggal 4 Februari 2013 bertindak selaku Inspektur Upacara pada Upacara Penerimaan Satuan Tugas Pengamanan RI-RDTL Yonif Linud 503/Mayangkara di Mako Lantamal VII Kupang.

Upacara dihadiri oleh Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Ferdinand Setiawan selaku Dankolakops Satgas Pamtas RI-RDTL, unsur Forkopinda NTT, para perwira Lantamal VII Kupang, Wakapolresta Kupang, Danbrigif 21/Komodo Kolonel Inf Edy Sutrisno, para Kasi Korem 161/Wira Sakti dan Dan/Ka/Pa Sat/Dis/Jan Balak Aju Korem 161/Wira Sakti serta pengurus Persit KCK Koorcabrem 161 PD IX/Udayana.

Setelah diterima secara resmi dan dilanjutkan bersalam-salaman sebagai ungkapan selamat datang oleh Pangdam kepada anggota Yonif Linud 503/Mayangkara diikuti oleh undangan lainnya, Pangdam kemudian memberikan pengarahan kepada seluruh anggota Satgas.

Dalam pengarahan tersebut Pangdam menekankan agar prajurit Yonif Linud 503/Mayangkara dan perkuataannya harus melaksanakan tugas dengan sebaik mungkin, segera beradaptasi dengan lingkungan masyarakatnya baik mengenal adat istiadat dan budaya serta senantiasa menjunjung tinggi kearifan lokal yang ada. Menjalin komunikasi yang baik dengan segenap komponen masyarakat yang ada di perbatasan serta bekerjasama dengan aparat keamanan dan dinas/instansi terkait baik di wilayah RI maupun RDTL.

Pangdam juga menekankan agar prajurit tidak melakukan kegiatan illegal di perbatasan atau kegiatan pelanggaran lainnya yang dapat merugikan masyarakat secara umum dan citra TNI.

Yonif Linud 503/Mayangkara berasal dari daerah Mojosari Kabupaten Mojokerto (Jawa Timur) yang akan menggantikan tugas Yonif 312/Kala Hitam yang berasal dari Kodam III/Siliwangi (Jawa Barat) sebagai Satgas Pamtas RI-RDTL yang telah melaksanakan tugas selama 6 bulan disepanjang perbatasan darat RI-RDTL baik di wilayah Kabupaten Kupang, TTU dan Belu.

Personil dari Yonif Linud 503/Mayangkara berjumlah 650 orang dan mendapat bantuan perkuatan dari Kodam IX/Udayana (Bali) terdiri dari Tim Hubdam IX/Udayana 27 orang, Tim Inteldam IX/Udayana 7 orang, Tim Pomdam IX/Udayana 10 orang dan Yonif 744/SYB 100 orang sehingga jumlah personel secara keseluruhan sudah siap tugas berjumlah 794 orang.

Tugas operasi bagi Satuan maupun prajurit TNI merupakan suatu kehormatan yang diberikan oleh bangsa dan negara yang harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dengan dilandasi semangat dan disiplin yang tinggi serta berpegang teguh pada norma-norma keprajuritan Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI dalam rangka untuk menjaga keutuhan wilayah NKRI.

Satgas Pamtas akan tergelar di 38 Pos disepanjang garis perbatasan di Kabupaten Kupang, TTU dan Belu. Yonif 312/Kala Hitam yang telah selesai melaksanakan tugas selama 6 bulan akan mengikuti Upacara Pelepasan Purna Tugas pada Hari Kamis tanggal 7 Februari 2013 di Lantamal VII Kupang dan selanjutnya akan berlayar menuju Jawa Barat dengan menggunakan Kapal KRI Teluk Bone.

DANMEN ARMED 2 KOSTRAD CANANGKAN 2013 SEBAGAI TAHUN IPTEK



Resimen Armed 2/1 Kostrad bakal memiliki alutsita super canggih. Untuk menopang beroperasinya alutsita baru nanti, Menarmed 2/1 Kostrad mencanangkan tahun 2013 sebagai tahun ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Karena pengoperasian alutsita baru nanti itu serba komputerism, maka prajurit harus dibekali iptek,” ujar Komandan Resimen Armed 2/1 Kostrad, Kolonel, Arm Naudi Nurdika dimarkas Resimen Armed 2 Kostrad Jl Raya Sadang Purwakarta Jawa Barat. Kolonel Arm Naudi Nurdika menjelaskan, dua batalyon yang akan mendapat alutsita baru tersebut adalah Yon Armed 9 Kostrad dan Yon Armed 10 Kostrad. Yon Armed 9 yang saat ini menggunakan meriem 76 akan diganti meriem 155 GS buatan Prancis. Sedangkan Batalyon Armed 10 akan memperoleh roket MLRS (multiple level rocket system) yang memiliki daya lontar 90 sampai 300 km. “Pengoperasian alutsita baru serba komputerism,” imbuhnya.

Pengoperasian alustisa baru di lingkungan Men-Armed 2/1 Kostrad akan dimulai tahun 2013 hingga 2014. Pergantian ini merupakan modernisasi alutsita sesuai meaning essential force (MEF) “Penggunaan alutsita baru ini akan dimulai tahun 2013 ini. Finalnya 2014 dan Presiden SBY akan menggelar seluruh alutsita baru tersebut bertepatan HUT TNI Oktober 2014 mendatang,”

Danmen Armed 2 Kostrad menyampaikan bahwa untuk mendukung penuh pengoperasian alutsita yang serba komputerism tentunya sedari sekarang harus dipersiapkan prajurit handal yang menguasai iptek. “Selain prajurit harus menguasai iptek, di Men Armed 2/1 Kostrad sudah mulai diberlakukan English Day. Saat ini baru sepekan dua kali Senin dan Rabu untuk para perwira diwajibkan berbicara bahasa inggris.Sedangkan untuk anggota seminggu sekali,” terang Kolonel Arm Naudi Nurdika
Disinggung mengenai bela Negara, Kolonel Arm Naudi Nurdika mengatakan bahwa bela negara merupakan kewajiban seluruh warga negara, bukan hanya tanggungjawab TNI.

“Sesuai UU TNI No 34/2004, TNI mengenal pola operasi 2 yakni OMP (Operasi Militer Perang). TNI berperang bilamana negara ini mendapat gangguan dari negara luar. TNI berperan aktif menjaga perdamaian dunia serta TNI manunggal dengan rakyat. Seperti terjun kewilayah banjir untuk membantu evakuasi korban banjir dan sebagainya,” pungkasnya.

Satuan Tugas Perbatasan TNI diberangkatkan ke Papua





Makassar (ANTARA News) - Batalion Infantri 762/Tamalatea dari Komando Daerah Militer VII/Wirabuana diberangkatkan sebagai Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan TNI di garis perbatasan Indonesia-Papua Niugini, di Papua.

Mereka berangkat dari dermaga Pangkalan Utama TNI AL VI, Makassar, Minggu. Mereka dilepas Panglima Kodam VII/Wirabuana, Mayor Jenderal TNI Muhammad Nizam, disaksikan segenap pimpinan TNI AD dan TNI AL, dan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan.

Mereka akan menempati pos-pos penugasan di pelosok perbatasan negara itu hingga enam bulan ke depan. Hingga dua tahun lalu, pasukan satuan tugas pengamanan perbatasan Markas Besar TNI ditempatkan selama setahun, kemudian diubah menjadi enam bulan saja.

Markas Besar TNI memiliki tiga satuan tugas pengamanan perbatasan negara, yaitu di perbatasan Indonesia dengan Malaysia (Pulau Kalimantan), Papua Niugini (Pulau Papua), dan Timor Timur (Pulau Timor).

Nizam meminta semua prajurit batalion infantri yang mengemban tugas itu menjunjung tinggi kehormatan dan kepercayaan negara, memperhatikan prosedur operasional tetap sehingga bekerja semaksimal mungkin.

"Oleh karena itu laksanakan tugas dengan penuh kedisiplinan dan dedikasi tinggi serta loyalitas sesuai jatidiri dan identitas prajurit Sapta Marga sejati," tegasnya.

Menurut dia, isu gangguan dari kelompok separatis yang memanfaatkan wilayah perbatasan Papua Nugini sebagai basis perlindungan, baik sebagai wilayah pelarian maupun sebagai basis tuntutan pemisahan diri dari NKRI harus diwaspadai.

"Kelompok separatis memanfaatkan kesenjangan di daerah-daerah yang tidak terawasi untuk mencoba mengganggu keutuhan dan kedaulatan Republik Indonesia," katanya.

Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Brigadir Jenderal Polisi Syahrul Mamma, memberi pesan, "Ini tugas negara. Selain membawa nama negara, segenap prajurit juga harus pandai menjaga diri karena keluarga anda masih menanti." (*)

Yonif 115/Macan Leuser Laksanakan Patroli Bersepeda


Ratusan Prajurit Yonif 115/Macan Leuser melaksanakan patroli bersepeda yang dipimpin langsung oleh Danyonif 115/Macan Leuser Mayor Inf Suhartono, mengelilingi Gampong-Gampong di seputaran Mako Yonif 115/Macan Leuser
Yonif 115/Macan Leuser Laksanakan Patroli Bersepeda

Komandan Batalyon Infanteri 115/Macan Leuser Mayor Inf Suhartono mengatakan, patroli dilakukan dalam rangka membantu Polri untuk menjaga stabilitas keamanan di Aceh Selatan. “Anggota TNI Yonif 115/Macan Leuser melaksanakan patroli di daerah yang berpontensi terjadi konflik dan tindak kejahatan lainnya.

Selanjutnya Danyonif 115/Macan Leuser mengatakan, kegiatan patroli bersepeda yang dilaksanakan di tiap-tiap Kompi dilakukan secara terus-menerus sebanyak 2 kali dalam seminggu, pelaksanaan patroli bersepeda dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu, karena pada hari tersebut kebanyakan masyarakat di daerah Binter khususnya berada di rumah, sehingga membuat para anggota patroli mudah membaur dengan masyarakat.

Kepercayaan yang timbul di masyarakat merupakan nilai terpenting, karena dengan begitu masyarakat secara tidak langsung akan memberikan infomasi-infomasi mengenai senjata ilegal dan senjata-senjata bekas konflik yang tidak di serahkan pada aparat saat pelaksanaan perjanjian mou helsinky. Hal ini terbukti dengan dengan penyerahan senjata-senjata bekas konflik oleh masyakarat kepada anggota yonif 115/Ml, berbagai macam senjata yang sudah di serahkan diantaranya 2 senjata rakitan laras panjang cal. 5,56 mm, pistol revolver jenis smith dan wesson made in usa cal. 22 mm, m 16 a1 cal 5,56 mm, pistol berreta gardone, pistol sig sauer cal. 9 mm, munisi cal. 5,6 sebanyak 24 butir, pistol revolver cal. 9 mm, bendera gam sebanyak 2 lembar dan munisi 7,62 mm sebanyak 8 butir.”Ujar Danyonif 115/Macan Leuser”.(PISPEN TNI/SAMO news Nerwork)

Geladi Posko II Yonkav 5/Serbu




KODAM II/SRIWIJAYA (13/11),-

merupakan latihan dengan menggunakan metode geladi taktis tanpa pasukan, setelah melaksanakan Geladi Posko I, yang bertujuan untuk melatih Komandan, Staf dan Unsur Pelayan Markas Satuan dalam merencanakan operasi, menerapkan taktik dan teknik operasi, melaksanakan olah yudha, Kodal operasi serta menerapkan prosedur dan tata kerja yang berlaku di suatu Pos Komando, dengan tujuan untuk menguji efektivitas fasilitas di suatu Komando Markas Satuan, termasuk dalam melaksanakan prosedur pindah Posko guna melaksanakan tugas operasi.

Batalyon Kavaleri 5/Serbu sebagai Satbanpur, dihadapkan dengan tantangan tugas ke depan senantiasa dituntut kesiapannya. Kesiapan satuan akan terwujud apabila satuan tersebut selalu mengasah dan memelihara kemampuannya dengan cara belajar dan berlatih secara bertahap, bertingkat dan berlanjut yang dilaksanakan secara terprogram, teratur dan terukur, guna mewujudkan profesionalisme prajurit secara perorangan maupun Satuan. Sehubungan dengan hal tersebut di atas, untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan Komandan dan Staf serta Fungsi Pelayanan Yonkav 5/Serbu dalam perencanaan suatu operasi, pengendalian operasi dan prosedur hubungan kerja Komandan dan Staf, perlu dilaksanakan latihan Geladi Posko II Yonkav 5/Serbu. Sasaran kualitatif yang ingin dicapai dalam pelaksanaan Geladi ini adalah, setiap prajurit Yonkav 5/Serbu menguasai dan mahir dalam melaksanakan prosedur kerja hubungan Komandan dan Staf dalam perencanaan operasi, menguasai dan mahir melaksanakan komando dan pengendalian operasi serta mampu melaksanakan pengambilan keputusan Komandan secara cepat dan tepat dalam menghadapi persoalan taktis.


Geladi ini juga bertujuan untuk menguji kemampuan Komandan, Staf dan Unsur Pelayan Markas, dengan materi geladi yang meliputi prosedur hubungan Komandan dan Staf serta Unsur Pelayan Markas, prosedur koordinasi dan prosedur perhubungan dalam suatu operasi lawan insurjensi, dimulai dari tahap perencanaan sampai tahap pengakhiran operasi yang meliputi kegiatan analisa tugas pokok, petunjuk perencanaan, perkiraan keadaan, keputusan dan konsep umum operasi, perintah operasi, pemecahan persoalan taktis dan perkiraan cepat Danyon serta pemindahan Posko. Pada kesempatan ini, saya mengingatkan kepada seluruh peserta Geladi, manfaatkan kesempatan yang baik ini untuk meningkatkan profesionalitas Komandan dan Staf Batalyon Kavaleri 5/Serbu, baik dalam perencanaan maupun dalam pelaksanaan operasi di lapangan. Laksanakan latihan ini dengan penuh kesungguhan, disiplin dan bertanggung jawab sesuai dengan skenario Geladi, sehingga tujuan dan sasaran Geladi Posko II Batalyon Kavaleri 5/Serbu dapat tercapai. Sebelum mengakhiri amanat ini saya mengucapkan selamat melaksanakan Geladi, manfaatkan waktu latihan yang singkat ini agar semua persoalan dapat dipahami dan dilaksanakan dengan baik, sehingga setelah berakhirnya Geladi Posko II ini, kemampuan sebagai Komandan, Staf dan Unsur Pelayanan akan lebih berbobot, profesional dan proporsional.

Demikian Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Nugroho Widyotomo dalam sambutannya pada acara pembukaan Geladi Posko II Yonkav 5/Serbu TA. 2012, bertempat Mako Yonkav 5/Serbu Karang Endah, Senin (12/11).

Hadir pada kesempatan tersebut, Danrindam II/Sriwijaya selaku Direktur Geladi, Pejabat teras Kodam II/Sriwijaya, Danyonkav 5/Serbu, Peserta Geladi Posko II Yonkav 5/Serbu.

TNI Temukan Lokasi Pelatihan Teroris

I
photo : ILUSTRASI SAo



POSO- Personel TNI dari Batalyon 714 Sintuwu Marosso dan Kodim 1307 Poso Sulawesi Tengah menemukan sebuah lokasi yang diduga kuat sebagai tempat pelatihan paramiliter di wilayah sekitar Dusun Tamanjeka, Kecamatan Poso Pesisir.

Di lokasi itu ditemukan bekas-bekas lubang perlindungan, bekas latihan. Lokasi itu hanya berjarak sekira tiga kilometer dari pemukiman warga Dusun Tamanjeka, Kecamatan Poso Pesisir.

Lokasi ini ditemukan, Selasa (6/11/2012), dalam sebuah patroli yang rutin dilakukan di sekitar Dusun Tamanjeka dan Gunung Biru.

Ketika ditemukan oleh Personel TNI, lokasi itu sudah dalam kondisi yang dipenuhi batang-batang Pohon yang ditebang dan kemudian dibakar, diduga hal itu dilakukan untuk menghilangkan jejak keberadaan tempat tersebut.

Di lokasi itu ditemukan tiga lubang perlindungan untuk ukuran satu orang dan sebuah lubang lainnya berukuran sekitar lima meter yang diduga sebagai tempat penyimpanan senjata

Sementara itu, petugas dari Polres Poso yang dikerahkan ke Lokasi tersebut pada menemukan tulisan Al Jihad yang tertera pada batang sebuah pohon. Tidak jauh dari tempat itu juga ditemukan bekas bangunan yang diduga sebagai camp yang telah dirobohkan untuk menghilangkan jejak.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, secara geografis lokasi tempat yang diduga kuat sebagai tempat pelatihan paramiliter itu bisa menjadi jalan pintas ke TKP tempat ditemukannya jenazah dua anggota Polisi pada 16 Oktober 2012 silam

Hingga saat ini, upaya pencarian terhadap camp pelatihan paramiliter yang diduga terdapat di sekitar Dusun Tamanjeka dan Gunung Biru Tamanjeka masih terus dilakukan oleh Personel TNI Polri melalui kegiatan Patroli yang terus dilakukan di wilayah itu. (Yoanes Lita/Sindo TV) (ugo)


Pergantian pasukan penjaga perbatasan



Kepala Staf Kodam (Kasdam) XVI Pattimura, Brigjen TNI Winston Simanjuntak (kiri) menyerahkan cinderamata kepada Komandan Batalyon Infanteri (Yonif) Yonif 516
/Caraka Yudha-Kodam Brawijaya, Letkol Inf Eko Haryanto (kedua dari kanan) dan Komandan Yonif 131/Braja Sakti-Kodam Bukit Barisan, Letkol Inf Trisno Widodo (kanan) saat upacara pergantian pasukan Satuan Tugas (Satgas) TNI di Markas Komando (Mako) Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IX/Ambon. Kedua yonif tersebut telah bertugas di wilayah Kodam Pattimura selama tujuh bulan dan selanjutnya akan digantikan personil Yonif 200/Raider-Kodam Sriwijaya dan Yonif 512/Quratara Yudha - Kodam Brawijaya.

Sejumlah personil Batalyon Infanteri (Yonif) Yonif 200/Raider-Kodam Sriwijaya dan Yonif 512/Quratara Yudha - Kodam Brawijaya mengikuti upacara pergantian pasukan Satuan Tugas (Satgas) TNI di Markas Komando (Mako) Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IX/Ambon. Personil dari kedua yonif tersebut tiba di ambon dengan menggunakan KRI Teluk Parigi-539 dan akan bertugas menggantikan personil Satgas TNI Yonif 131/Braja Sakti-Kodam Bukit Barisan dan Yonif 516/Caraka Yudha-Kodam Brawijaya.
 
Berita berikutnya »">Index »'); document.write('

Berita berikutnya »?max-results=10">Angkatan Darat

');
    Berita berikutnya »?max-results="+numposts1+"&orderby=published&alt=json-in-script&callback=showrecentposts1\"><\/script>");
">Index »'); document.write('

.cube { width: 250px; height: 250px;} a img { border: none; } #linksCube img { width: 100%; height: 100%; } ?max-results=10">Angkatan Laut

');
    ?max-results="+numposts1+"&orderby=published&alt=json-in-script&callback=showrecentposts1\"><\/script>");
">Index »'); document.write('

?max-results=10">Angkatan Udara

');
    ?max-results="+numposts1+"&orderby=published&alt=json-in-script&callback=showrecentposts1\"><\/script>");
Support :
Copyright © 2012 SAMO News dot com | Powered by Blogger
Design by AYYThemes Blogger Template by Sobrie Sang Hamba