• Berita Pilihan

    Iranian President Mahmoud Ahmadinejad will seek support from Latin America's leftist leaders on a tour starting....... Read Full Post
    1 2 3 4 5 6

    Peristiwa Nasional

    Label 2

    Popular Post

    Total Tayangan Laman

    Wikipedia

    Hasil penelusuran

    Rabu, 03 Oktober 2012

    ALUTSISTA BUATAN KITA GAK KALAH DENGAN BUATAN LUAR NEGERI





                                        CN-235 salah satu produk andalan PTDI (photo : Indonesian Sky)


    Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan memprioritaskan pembelian alat utama sistem senjata (alutsista) buatan dalam negeri. Pasalnya, produk alutsista buatan dalam negeri tersebut tidak kalah dengan hasil pabrikan luar negeri.
     
    SS-2V5 salah satu produk andalan PT Pindad (photo : Dragunova)

    "Pengalaman TNI dalam menggunakan Alutsista dalam negeri tidak mengecewakan. Buatan Pindad dan Dirgantara Indonesia tidak kalah dengan luar negeri," ujar Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (3/10/2012).
     Uji coba suspensi independen panser beroda enam karya BPPT dan PT Pindad.

    Agus menjelaskan, pembelian alutsista dalam negeri tersebut menghemat anggaran belanja TNI. Saat ini, kerja sama antara pemerintah Indonesia dan produsen pembuat alutsista telah berjalan efektif dengan semakin meningkatnya kualitas produk Pindad maupun PT Dirgantara Indonesia.



    KRI Krait-827
     KRI made in Indonesia itu bukan hanya rancangan anak bangsa, namun seratus persen pekerjaannya ditangani putra-putri Indonesia yang tinggal di Batam, Kepulauan Riau. ”Ini kapal perang (KRI) pertama di Indonesia berbahan baku aluminium yang sukses dikerjakan anak bangsa

    Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Imam Sufaat berpendapat, pengembangan alutsista dalam negeri masih butuh banyak penyempurnaan. Sebab, hasil produk alutsista baru ditentukan oleh adanya keluhan dari pengguna alutsista. Produk alutsista baru buatan dalam negeri sendiri menurutnya butuh banyak perbaikan.
    "Keluhan itu justru positif sebab pabrik alutsista kita memiliki kesempatan mengembangkan alutsista yang sempurna. Kalau alutsista lama itu tidak ada keluhan, sedang yang baru ada keluhan karena merupakan hasil inovasi," kata Imam.

    Sedangkan, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo berpendapat, porsi pengadaan alutsista harus diutamakan buatan dalam negeri. Dia menjelaskan, seluruh perlengkapan prajurit TNI AD kesemuanya menggunakan buatan dalam negeri, dan tidak ada masalah. Selain itu, mayoritas alutsista TNI AD merupakan produk dalam negeri, contohnya helikopter Bell 412 EP yang dibuat PT Dirgantara Indonesia.
     

    TNI: Kualitas dan Harga Alutsista Lokal Harus Bersaing
    Helikopter Bell 412 EP milik TNI AD, adalah buatan PT Dirgantara Indonesia
     
    Selain itu, TNI AD turut memfungsikan senjata SS2 buatan Pindad. "Jelas kalau buatan dalam negeri itu lebih murah. Hal yang terpenting sebenarnya adalah kemampuan prajurit mengoperasikan alutsista, kemampuan itulah yang terus ditempa oleh TNI,"terangnya.

    Sumber : KOMPAS
    Bagi Artikel
    • Bagi ke  Facebook
    • Bagi ke Twitter
    • Bagi ke Google+
    • Bagi ke Stumble Upon
    • Bagi ke Evernote
    • Bagi ke Blogger
    • Bagi ke Email
    • Bagi ke Yahoo Messenger
    • Berikutnya...

    Tidak ada komentar:

    Template Information

    Angkatan Udara

     
    Posts RSSKomentar RSSKembali Berita diatas
    Copyright © 2015 Oleh SAMO News dot com ∙ Templat oleh Sobrie Sang Hamba
    Template Design by Creating Website Published by Mas Template