Halaman utama » » REKAYASA TEKNOLOGI UNTUK PENGEMBANGAN PERSENJATAAN TNI

REKAYASA TEKNOLOGI UNTUK PENGEMBANGAN PERSENJATAAN TNI

Di terbitkan oleh TARGET DAN OPERASI pada hari Selasa, 14 Agustus 2012 | Selasa, Agustus 14, 2012

Fase reverse engineering (rekayasa balik) bukanlah sesuatu yang asing bagi Indonesia karena langkah-langkah alih teknologi sudah dibuat master plannya oleh mantan Menristek BJ Habibie dalam konsep alih teknologi dirgantara dengan filosofi “berawal dari akhir dan berakhir di awal” disebut dengan empat tahapan alih teknologi. Empat tahapan alih teknologi itu, pertama, memproduksi pesawat terbang berdasarkan lisensi utuh dari industri pesawat terbang lain, hasilnya adalah NC 212 lisensi dari Casa Spanyol. Kedua, memproduksi pesawat terbang secara bersama-sama, hasilnya adalah “Tetuko” CN-235 berkapasitas 30-35 penumpang yang merupakan produksi kerjasama secara equal antara IPTN dengan Casa Spanyol. Ketiga, mengintegrasikan seluruh teknologi dan sistem konstruksi pesawat terbang yang paling mutakhir yang ada di dunia menjadi sesuatu yang sama sekali didesain baru, di sinilah proses reverse engineering bermain, hasilnya adalah “Gatotkoco” N-250 berkapasitas 50-60 penumpang yang dikembangkan dengan teknologi fly-by-wire dari Airbus. Keempat, memproduksi pesawat terbang berdasarkan hasil riset kembali dari awal, yang diproyeksikan berupa pesawat turbojet bernama N-2130 berkapasitas 130 penumpang. Namun akhirnya Indonesia gagal pada fase keempat reverse engineering karena masalah pembiayaan sedangkan RRC melaju terus tanpa henti. 

 Bagaimana untuk pengembangan alat utama sistem persenjataan untuk TNI, Untuk ALUTSISTA TNI AL,... PT PAL Indonesia telah " reverse engineering " membuat KRI Banjarmasin -592. Reverse engineering KRI Banjarmasin adalah kandungan lokal pada kapal itu mencapai 40-60 persen. Sementara itu, mesin KRI Banjarmasin-592 didapat dari Amerika Serikat.Kelebihan kapal itu dibandingkan dengan kapal sejenis lainnya adalah daya tampungnya.Ada juga KRI Banda Aceh -593

KRI Banjarmasin 592, buatan PT Pal Indonesia Surabaya hasil reverse engineering putra putri INDONESIA

 KRI Banda Aceh 593, juga buatan PT Pal Indonesia Surabaya hasil reverse engineering putra putri INDONESIA



"Jika kapal sejenis yang telah ada sebelumnya hanya dapat menampung tiga helikopter, KRI Banjarmasin-592 dan KRI Banda Aceh-593 ini mampu menampung lima helikopter,"Disamping PT Pal Inodnesia, ada Galangan japal di Indonesia yang telah berhasil mereverse engineering kapal perang untuk TNL AL. 
KRI Banda Aceh mampu menampung lima helikopter, tiga helikopter di dek, dan dua helikopter di dalam hanggar  kapal

Bagaimana dengan perusahaan kapal dalam negeri lainya,...? PT Palindo Marine Shipyard Batam membuat Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) jenis rudal cepat Kujang untuk TNI Angkatan Laut

KRI Kujang yang akan resmi diluncurkan November 2012 itu rencananya bakal digunakan untuk patroli TNI AL di wilayah Armada Barat, mengingat kapal yang kecil sehingga bisa menembus perairan dangkal dengan banyak pulau.KCR Kujang memiliki spesifikasi relatif sama dengan KCR Celurit yang juga dirakit Palindo dan telah diluncurkan oleh Menteri Pertahanan awal tahun 2012.Kapal buatan PT Palindo itu memiliki panjang 44 meter dan mampu melaju hingga kecepatan 30 knot. Kapal sepenuhnya dikerjakan oleh putra-putri Indonesia.


                                KRI Clurit 641 jenis KCR ( kapal cepat rudal ) buatan PT Palindo Marine Shipyard Batam

   KRI Kujang 642 jenis KCR ( kapal cepat rudal ) buatan PT Palindo Marine Shipyard Batam

Dua KRI ini dilengkapi sistem persenjataan modern (Sewaco/Sensor Weapon Control), di antaranya meriam kaliber 30mm enam laras sebagai sistem pertempuran jarak dekat (CIWS) dan peluru kendali dua set Rudal C-705.

Kedepan Rudal C-705 di buat dan di produksi didalam negeri. C-705 mempunyai jangkau 170 KM dengan jarak efektif 140 KM

 Rudal C-705 Rencana kedepan rudal ini akan di buat didalam negeri
Bagi artikel ini :

Poskan Komentar

 
Support :
Copyright © 2012 SAMO News dot com | Powered by Blogger
Design by AYYThemes Blogger Template by Sobrie Sang Hamba